Massa Aksi BEM SI Tolak Kenaikan Tarif BBM Mulai Runtuhkan Pertahanan Berlapis Kepolisian
JAKARTA – Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Seluruh Indonesia (SI) yang beraksi menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) mulai menggeser barisan pertahanan keamanan yang telah disiapkan oleh pihak kepolisian.
Seperti dilansir TRIBUNNEWS.COM. Masifnya aksi setelah pemerintah mengumumkan kenaikan tarif BBM membuat barisan pertahanan keamanan diperketat pihak kepolisian.
Namun, pertahanan berlapis yang terdiri dari kawat berduri dan beton pembatas jalan yang telah disiapkan pihak kepolisian mulai coba disingkirkan oleh massa aksi mahasiswa.
Massa aksi mulai saling berkoordinasi dan perlahan-lahan lapis demi lapis pertahanan mulai disingkirkan. Hingga saat ini lapisan terakhir pertahanan kawat berduri masih coba disingkirkan oleh massa.
Massa aksi dari aliansi BEM SI mulai datang ke kawasan Patung Kuda, Monas, Kamis (15/9/2022) sekira pukul 13.00 WIB. Aksi kali ini merupakan dalam rangka menolak kenaikan tarif BBM.
Ada tiga poin tuntutan dan desakan yang dibawa oleh BEM SI, yaitu menuntut dan mendesak pemerintah untuk mencabut keputusan terkait kenaikan BBM.
Kemudian menuntut dan mendesak pemerintah Menunda proyek strategis nasional yang tidak berdampak langsung kepada masyarakat dan mengalihkan anggaran ke subsidi BBM.
Serta, menuntut dan mendesak pemerintah untuk menerapkan regulasi pemakaian BBM Bersubsidi secara tegas.
Hingga saat ini BEM SI melihat Presiden Joko Widodo masih belum mau menemui massa aksi dalam setiap demo yang ada, sehingga tuntutan tidak tersampaikan dengan baik.
Dengan keadaan yang demikian, Aliansi BEM SI memberikan ultimatum kepada pihak Pemerintah selama 7×24 jam di mulai sejak tanggal 8 September 2022 untuk memenuhi tuntutan tersebut.
“Jika tidak dipenuhi maka Aliansi BEM SI akan kembali turun aksi dengan massa yang lebih banyak lagi. Maka dari itu, untuk menindak lanjuti ultimatum tersebut dan memperjuangkan tuntutan rakyat, ujar Koordinator BEM SI Luthfi Yufrizal.
TRIBUNNEWS.COM
