Sosok Mister Bean
Mr. Bean adalah nama untuk karakter fiksi utama dari program seri komedi situasi Britania yang berjudul sama. Diperankan oleh Rowan Atkinson, ia digambarkan sebagai sosok yang minim bicara dan bersifat kekanak-kanakan. Dalam kehidupannya sehari-hari, Bean ditemani oleh sebuah boneka beruang cokelat bernama Teddy, yang ia anggap sebagai saudara terdekatnya.
Sebagai tambahan Mr. Bean juga diilustrasikan sosok jenaka dan jenius.
Kehadiran sosok Mr. Bean justru lebih banyak memberi kontribusi untuk cara pandang kehidupan yg praktis namun memberi solusi kepada orang banyak.
Nah,,,karena itu merubah kebiasaan yang dipandang membosankan pada suatu masyarakat justru dapat dilakukan dengan kehadiran karakter sebagaimana digambarkan dalam komedi tersebut.
Sekarang mari kita lihat wajah politik dan kehidupan rakyat kita dimana secara realita mengalami kesenjangan luar biasa (GAP) antara pelaku politik dan rakyat. Dimana politik dan rakyat berjalan dalam tujuan masing-masing.
Sebenarnya tujuan pelaku politik, pemimpin dan rakyat adalah sama, demi pembangunan kesejahteraan rakyat, dimana rakyat adalah yg utama dalam elemen negara, sementara elemen lain adalah pembantu pembangunan rakyat.
Karena itu momentum pilkada Gubernur sudah perlu menghadirkan sosok Mr. Bean untuk merubah kebiasaan pada pemimpin kita yang setidak-tidaknya bisa memberi kontribusi untuk meluruskan pembangunan Aceh berorientasi pada pembangunan rakyat yang seutuhnya.
Karena itu dibutuhkan sosok baru yang cerdas yang dapat memecahkan berbagai persoalan di masyarakat terutama untuk memperbaiki peningkatan pendapatan perkapita masyarakat Aceh. Untuk itu sosok pemimpin kreatif menjadi kebutuhan rakyat Aceh dimasa yg akan datang.
Cara pikir kita adalah dengan meninggalkan politik elektabilitas dan memasuki babak baru dalam tahapan politik dgn memberi ruang untuk mereka berkreasi dalam memberi kontribusi utk merubah kebiasaan-kebiasaan prilaku dalam ranah politik kita yang kaku, curang, arogan, otoriter, egois, membosankan dan menjijikkan.
Perubahan itu perlu, masyarakat yang ingin mengubah nasibnya harus bekerja keras misal dalam bersikap disiplin, konsisten demi melahirkan pemimpin yang di butuhkan untuk melakukannya.
Kenapa? Ya karena kita mengetahui yang selama ini sudah malang melintang mendominasi politik dan kepemimpinan kita tidak mampu memberi progres perbaikan kesejahteraan.
Jika kita bertahan dgn sdm yang ada, maka kita tidak beda dengan keledai yang jatuh pada lubang yg sama berkali-kali.
Tarmidinsyah Abu bakar
Saleum..
