Aceh Diaspora dan ASNLF Gelar Promosi Sejarah dan Budaya Aceh di Kota Aalborg Denmark
BansigomDonya – Denmark I Koordinator ASNLF di Denmark, Muhammad Hanafiah merilis ke sejumlah grub chat WhatsApp dan media sosial terkait digelarnya acara promosi sejarah dan budaya Aceh, Denmark 10 Juni 2023.
Dalam acara tersebut, peran koordinator ASNLF Denmark dan wakilnya serta di bantu beberapa anggotanya, yang standby di sejumlah stand, dan memberikan penjelasan kepada setiap tamu yang datang dari manca negara.
“Yang mana diantaranya Negara Cameron, Somalia, Marokko, Syiria, Libanon, Palestina, Afganistan, Iran, Yaman, Kina, Brasilien, Mexico, Peru Colombia, Grønland, Polen, Ukraina, Bosnien, dan tuan rumah sendiri yaitu Denmark, dan banyak juga dari organisasi Negara lainya.” Terang Hanafiah.
“Acara tersebut digelar di sebuah taman kota Aalborg tepatnya di Kildeparken. Aalborg yang merupakan kota ke empat terbesar di Denmark, yang di padati dengan jumlah penduduk 222.571 jiwa orang.
“Acara dimulai pukul 11.00 siang sampai dengan pukul 17.00 sore hari itu dengan cuaca yang indah, dan suhu panas mencapai 21 derajat, cuaca yang demikian sangat digemari oleh penduduk di Europa.” Tulis Hanafiah.
Hal itu karena umumnya negara di Europa memiliki 4 musim, dari musim hujan, musim gugur,musim salju dan musim panas.
“Semua tamu yang hadir sangat antusias dengan penjelasan Muhammad Hanafiah dan anggota, yang menyampaikan penjelasan sejarah dan budaya Aceh dari dulu sampai sekarang,” Tulis Hanafiah.
Turut juga dipaparkan terkait adanya pola penjajahan gaya baru yang berlaku di tanah Aceh, Papua dan Maluku oleh kolonial indonesia.” sebut koordinator ASNLF (Acheh Sumatra National Liberation Front) Denmark.
“Bekerjasama dengan Aceh diaspora juga ASNLF bergabung dan mempromosikan makanan khas Aceh yaitu Mie Aceh, Lincah, Kueh Lapeh serta gorengan lainya dan menyediakan Air Timun Aceh dalam acara tersebut.”
“Tamu tamu yang hadir juga sempat ada yang menanyakan mengapa ada bendera Papua merdeka dan Maluku Selatan ?, Aceh diaspora menjawab, kami senasip, ditindas oleh kolonial Indonesia, dan kami berkerja sama untuk melawan indonesia, tak ketinggalan, sempat juga dilakukan pembagian selebaran Histori of Acheh kepada tamu yang datang pada acara itu.” tulis Hanafiah.
“Selengkapnya boleh dilihat langsung di live Facebook Muhammad Hanafiah dan Bahgia Nyak Din Husen”. Rilis Hanafiah. (**)
