Kenapa Aceh Merdeka (AM) Diproklamirkan 4 Desember? Ternyata Ini Alasannya
BansigomDonya I Salah satu bagian catatan sejarah besar bangsa Aceh adalah kembali dideklarasi Aceh Merdeka(AM).
Aceh Merdeka bermakna Negara Aceh disambung dan diProklamirkan pada 4 Desember 1976 dan diproklamirkan ke dunia di Bukit Tjokkan. Teungku Muhammad Hasan Tiro bersama bangsa Aceh mengeluarkan pernyataan melawan penjajahan yang dilakukan pemerintah Indonesia.
Aceh Merdeka (AM) merupakan lanjutan Negara yang kembali diperjuangan Bangsa Aceh yang memiliki tujuan supaya Aceh lepas dari penjajahan Indonesia secara sosial ekonomi adat budaya dan perampasan sumber daya alam Aceh.
Konflik antara pemerintah Indonesia dan Aceh Merdeka(AM) yang diakibatkan penjajahan itu telah berlangsung sejak tahun 1976 dan menyebabkan korban nyawa hampir lebih dari 15.000 jiwa.
Ini juga dikenal dengan nama Aceh Sumatra National Liberation Front (ASNLF). Aceh Merdeka(AM) dipimpin oleh Teungku Muhammad Hasan di Tiro selama hampir tiga dekade bermukim di Swedia dan berkewarganegaraan Swedia.
Lantas pertanyaannya kenapa Aceh Merdeka memproklamirkan diri pada 4 Desember?
Dalam bukunya The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Teungku Muhammad Hasan Di Tiro, deklarator AM menukilkan bahwa deklarasi harus dilakukan pada tanggal 4 Desember, karena menyambung status Negara Aceh secara historis yang sudah lebih awal berdiri dan berjaya dimasa kesulthanan Aceh.
Keputusan ini merujuk pada peristiwa Belanda yang berhasil menembak dan membunuh Kepala Negara terakhir Aceh-Sumatra, Tengku Tjhik Maat di Tiro, di medan perang Alue Bhot, Tangse pada 3 Desember 1911.
Oleh karena itu, Belanda menghitung tanggal 4 Desember 1911, sebagai hari berakhirnya Negara Aceh sebagai entitas yang berdaulat, dan hari ‘kemenangan’ final Belanda atas Kerajaan Aceh-Sumatra.
Dalam buku The Price of Freedom: The Unfinished Diary of Tengku Hasan Di Tiro itu juga diketahui, bahwa Tengku Tjhik Maat di Tiro merupakan pamannya Teungku Muhammad Hasan di Tiro, pemimpin Aceh Merdeka. ***
(Teungku Syekhi)
