500 Hektar Sawah di Aceh Utara Terancam Gagal Panen akibat Kekeringan
Aceh Utara – Sekitar 500 hektar lahan sawah di sembilan gampong di Kemukiman Aron, Kecamatan Syamtalira Aron, Kabupaten Aceh Utara, mengalami kekeringan parah akibat kerusakan saluran irigasi dan minimnya curah hujan. Kondisi ini membuat petani terancam gagal panen.
Kondisi tersebut diungkapkan oleh tokoh masyarakat, Imum Mukim, para geusyik, dan perwakilan Dinas Pertanian Aceh Utara di Keude Aron, Rabu (6/8/2025).
Imum Mukim Aron, Zainal Abidin, mengatakan bibit padi di persemaian kini tak bisa dipindahkan ke lahan sawah karena tanah mengering. “Bibit padi yang masih di persemaian sangat memprihatinkan dan tidak dapat dipindahkan ke lahan sawah, karena kondisi lahan yang kering,” ujarnya.
Ia menyebut kerugian petani sudah mencapai puluhan juta rupiah, meliputi biaya olah lahan, pembelian benih, dan ongkos pengolahan sawah yang terhenti.
Sebagai langkah darurat, Danramil Syamtalira Aron bersama warga dan Dinas Pertanian berinisiatif memanfaatkan pompa air dari desa tetangga. Namun, warga tetap berharap bantuan tambahan mesin pompa, karena kebutuhan air belum mencukupi.
Tokoh masyarakat Kemukiman Aron, H.M. Yusuf Hasan, mengapresiasi respons cepat TNI. Ia berharap upaya ini mampu menyelamatkan tanaman padi dan menjaga ketahanan pangan daerah.
Kemukiman Aron yang terdampak kekeringan meliputi Gampong Glok, Me, Dayah Aron, Keude Aron, Ceubrek Tunong, Ceubrek Baroh, Kanot, Meuria, dan Mon Crang. Wilayah ini merupakan sentra pertanian padi yang bergantung pada sistem irigasi teknis.
